Empat Sifat Manusia
Posted on December 17, 2008 by epsdin
Salah satu keunikan dari manusia adalah mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain. Walaupun secara fisik mirip (kembar), namun secara sifat pasti berbeda. Perbedaan inilah yang dapat membuat manusia saling melengkapi satu sama lain.
Dalam dunia psikologi, terdapat empat tipe sifat manusia. Setiap orang memiliki beberapa dari tipe sifat ini. Sifat manakah yang melekat pada diri Anda?
Pertama sangunis, si populer
Kepribadian yang menarik, punya rasa humor yang tinggi, suka menghidupkan suasana, emosional dan demonstratif, periang dan penuh semangat, serta penug rasa ingin tahu. Dalam pekerjaan, kreatif, inovatif, antusiasme, sukarelawan, mengilhami orang lain untuk bekerja. Sebagai seorang teman, mudah bergaul, mencintai orang lain, suka dipuji dan menyenangkan. Suka kegiatan spontan, merupakan figure seorang pemimpin sirkus.
Kedua melankolis, si sempurna
Filosofis dan puitis, serius dan tekun, analitis, mendalam dan penuh pikiran, menghargai keindahan, peka terhadap perasaan orang lain, idealis dan suka berkorban. Dalam pekerjaan, orang melankolis berorientasi pada jadwal, perfeksionis, punya standar yang tinggi dan rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai. Sebagai seorang teman, melankolis adalah orang yang setia, mau mendengar keluhan, hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal.
Ketiga koleris, si kuat
Berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, memancarkan keyakinan, bebas dan mandiri. Dalam pekerjaan, berorientasi target, melihat seluruh gambaran, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis, bergerak cepat untuk bertindak, mendelegasikan pekerjaan, menekankan pada hasil, berkembang karena saingan. Orang koleris tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.
Keempat phlegmatis, si damai aka adem ayem
Rendah hati, mudah bergaul dan santai, tenang, sabar, konsisten, simpatik dan baik hati. menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan. Dalam pekerjaan, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan, menemukan cara yang mudah, mudah diajak bergaul, menyenangkan, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian.
Dari sifat di atas, dapat diringkas
Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )
Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )
Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )
Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat – Pesimis )
So, sifat manakah yang ada pada diri Anda?
Apakah Anda sukses? Apakah Anda bahagia?
Sukses dan bahagia. Tampaknya kita setuju bahwa ini adalah dua hal yang berbeda. Seseorang bisa sukses dan tidak bahagia. Bisa bahagia namun tidak sukses. Bisa sukses sekaligus bahagia, dan bisa pula tidak sukses dan tidak bahagia.
Bahagia dan Sukses
Sukses tidak menjamin bahagia, kata banyak orang. Apalagi tidak sukses, lebih tidak menjamin bahagia, kata sebagian yang lain. Benarkah penting bagi kita untuk meraih sukses?
Mari kita sejenak merenungi arti sukses. Bila seseorang menginginkan sesuatu lalu dia mendapatkannya, maka dia disebut sukses. Bila orang tersebut sebelumnya tidak menginginkan sesuatu, lalu tiba-tiba mendapatkannya, apakah juga disebut sukses? Tidak, dia tidak disebut sukses. Jadi sukses adalah sebutan untuk pencapaian sesuatu yang diinginkan.
Kini mari kita renungi apa itu bahagia. Ada nyaman, ada senang, ada gembira, ada bahagia. Seseorang sedang tiduran di tepi pantai. Badannya terasa nyaman menikmati siliran angin sepoi-sepoi dan bunyi deburan ombak yang menghempas ke pasir. Rasa hangat dan santai mengaliri sekujur tubuhnya, hatinya pun senang dan tenteram. Apakah dia bahagia? Seseorang yang lain sedang melakukan olahraga arung jeram, berjuang keras mengatasi guncangan arus ke kanan dan ke kiri. Berjuang sungguh-sungguh di tepi intaian maut. Energi terkuras, badan terasa sangat letih. Anehnya hati merasa riang dan gembira. Apakah dia bahagia?
Kisah yang lain lagi. Ini untuk kesekian kalinya ia merasakan getaran hati yang sama. Sesuatu yang indah tak terjelaskan. Sesuatu yang begitu mengharukan hati. Di hadapannya tersenyum lebar seorang anak dengan kaki kecil dan bengkok, kaki yang tiada kuasa menopang tubuh mungil itu. Anak ini terserang polio di usia nya yang ke 3 tahun. Dan sejak itu, telah lima tahun dia terbaring hanya di ranjangnya. Hari ini, dengan pemberian kursi roda bekas yang agak reyot, anak itu mendapatkan kesempatannya kembali untuk menjelajahi dunia. Oh Tuhan, terimakasih telah Engkau beri aku kesempatan untuk memberi sedikit harapan kepada makhlukmu yang lain… bisiknya di dalam hati. Bahagiakah orang ini?
Berbeda dengan sukses, bahagia lebih sulit dinilai. Bila sukses diukur dari seberapa jauh pencapaian seseorang terhadap apa yang dia inginkan, maka bahagia muncul dengan cara yang ajaib. Dia subyektif, dia dirasakan. Dengan demikian dia sulit diukur, kecuali oleh yang mengalaminya.
Seseorang yang bahagia dapat dikatakan sukses, bila memang perasaan bahagia itulah yang ia idamkan, dan kemudian ia meraihnya. Orang lain dapat pula sukses, tapi tidak bahagia, karena memang bukan bahagia itu idamannya. Mungkin dia mengidamkan kekayaan, dan meraihnya. Mungkin mengidamkan ketenaran, dan juga meraihnya. Karena itulah terdapat ungkapan, sukses meraih kebahagiaan. Jadi, sukses adalah status pencapaian, sedangkan bahagia adalah salah satu obyek yang bisa dijadikan tujuan.
Kalau bahagia adalah obyek, maka pertanyaannya adalah: seperti apakah rasa bahagia itu? Ada banyak usulan tentang hal ini, mulai dari yang berciri fisik seperti munculnya zat tertentu di otak, hingga yang sangat filosofis seperti munculnya rasa dicintai Tuhan. Mari kita ambil contoh salah satu definisi, yaitu ciri-ciri yang diusulkan oleh Rick Foster dalam buku How we Choose to be Happy.
Bahagia sejati adalah suatu perasaan yang kuat dan langgeng berupa rasa tenang, puas, mampu, dan kendali penuh atas diri sendiri. Bahagia juga berarti mengetahui kondisi dan keinginan diri, lebih merespon kebutuhan yang nyata daripada tuntutan orang lain, sadar merasakan hidup saat ini, dan mampu menikmati buah kehidupan.
Kriteria pilihan Rick Foster tersebut ternyata merupakan ciri-ciri emosi dan mental. Merujuk kriteria tadi cukup jelas bahwa kita dapat meraih kebahagiaan melalui sukses dengan cara selalu menetapkan tujuan yang dapat menimbulkan bahagia tersebut. Dengan demikian saat tujuan tercapai, maka tercapai pula bahagia. Selain itu, karena bahagia bersifat subyektif, maka kita bahkan dapat menciptakan rasa bahagia sepanjang perjalanan menuju sukses.
Dapatkah kita bahagia tanpa sukses? Tentu dapat, terutama bila itu hanya ditujukan untuk diri sendiri. Seseorang yang miskin, namun mampu mensyukuri keadaannya, tentu dia dapat merasakan kebahagiaan. Masalah muncul bila kita bicara tentang kebahagiaan yang diraih dengan berkontribusi ke sesuatu di luar kita, maka tidak sukses boleh jadi akan menghambat tercapainya sebagian kebahagiaan. Andaikan seseorang yang bahagia tapi miskin tersebut adalah seorang ayah dari 3 orang anak. Suatu ketika anaknya sakit dan dia tidak mampu membiayai untuk berobat, maka boleh jadi saat itu sangat sulit untuk berbahagia. Demikian juga saat tidak punya makanan, tidak mampu menyekolahkan, tidak mampu meluangkan waktu bersama, dan sebagainya. Karena itu sebuah kesuksesan merupakan hal penting. Semakin kita sukses, semakin besar peluang untuk berbahagia dengan memberikan kontribusi ke sesuatu di luar diri kita.
Karena sukses dan bahagia dua hal terpisah, dapatkan bahagia mengantarkan kita ke sukses? Anda sudah tahu jawabannya, tentu saja dapat. Bila bahagia adalah tujuan yang kita pilih, maka mampu merasa bahagia saja sudah disebut sukses. Banyak orang mengalami, keputusan untuk menjadi bahagia akhirnya mengantar mereka untuk mencapai sukses yang lebih tinggi dan lebih banyak.
Bahagia dan sukses dapat diprediksi! Bahagia dan sukses adalah buah dari perilaku. Karena itu bila kita mempunyai perilaku orang yang bahagia dan sukses, pasti suatu saat menjadi bahagia dan sukses pula.. Perilaku adalah buah dari kebiasan. Kebiasaan dimulai dari sikap. Sikap dipengaruhi oleh paradigma. Paradigma dipengaruhi oleh pengetahuan. Jadi, awalnya adalah pengetahuan. Setiap hari, pengetahuan beredar secara berlimpah ruah di sekeliling kita. Kemampuan menangkap pengetahuan, mengolahnya, menghayatinya, dan menjadikannya sebagai aksi untuk meraih tujuan, sangat dipengaruhi oleh kecerdasan.
Dr. Stanley dalam karyanya The Millionaire Next Door yang berisi penelitiannya terhadap para milyuner di Amerika menunjukkan bahwa para orang sukses memiliki kecerdasan yang cukup baik. Para milyuner yang diteliti berasal dari berbagai kalangan seperti kontraktor las, penjual barang bekas, petani, pembasmi hama, hingga penjual koin. Yang jelas, mereka mempunyai satu kesamaan yaitu sangat merdeka secara finansial. Kebanyakan mereka hidup relatif sederhana dibandingkan dengan jumlah kekayaannya. Mobil mereka seperti rata-rata milik orang kebanyakan, rumah mereka berada di perumahan orang kebanyakan. Mereka juga bergaul dengan orang kebanyakan. Sebagian besar dari mereka tidak suka tampil di depan publik. Mereka rata-rata bersekolah dengan baik. Kalaupun putus sekolah, itu dikarenakan kondisi ekonomi keluarga, bukan karena mereka tidak cerdas. Jadi para milyuner ini memiliki kecerdasan intelektual, IQ, yang baik. Mereka juga adalah orang-orang yang tangguh, ulet, sabar, mampu mengendalikan diri, bermasyarakat dengan baik, memiliki keluarga harmonis, dan berbagai hal lain yang menjadi bukti bahwa mereka memiliki kecerdasan emosional, EQ, yang baik. Semua dari mereka juga setuju bahwa kehidupan spiritual, pelayanan, dan sedekah adalah hal yang sangat penting. Kebanyakan dari mereka menyumbangkan penghasilan 10 persen atau lebih dari pendapatan kotor. Mereka meyakini Tuhan sebagai sumber pemberi rizki, sebagai pendamping yang tidak kelihatan, atau sering disebut sebagai "silent partner". Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan spiritual, SQ yang sangat baik.
Studi terhadap orang-orang yang sangat sukses menujukkan bahwa mereka juga memiliki ciri-ciri lain yang menonjol. Pertama, mereka mempunyai mimpi yang besar, tujuan yang jelas, dan teguh memegang mimpinya tersebut. Kedua, mereka tidak bekerja sendirian, mereka mampu memanfaatkan kekuatan yang ada di dalam dirinya maupun di sekeliling dirinya. Jadi, mereka mengembangkan dua kecerdasan lainnya sebagai pelengkap dari IQ-EQ-SQ. Mereka mengembangkan kecerdasan yang disebut Kecerdasan Aspirasi (Aspiration Intelligence), danKecerdasan Kekuatan (Power Intelligence). Ternyata para orang sukses mengembangkan lima kecerdasan dengan seimbang! Kelima kecerdasan ini kita sebut Kecerdasan SEPIA (Spiritual - Emotional - Power - Intellectual - Aspiration).
Dalam sisi manusia yang lebih dalam, sesungguhnya kita memiliki anugerah ilahi yang membuat diri kita unik. Anugerah ilahi terpenting ini adalah "kebebasan untuk memilih". Dari anugerah penting inilah anugerah–anugerah yang lain saling terkait. Manusia dilengkapi dengan anugerahkesadaran diri, imajinasi, suara hati, dan kehendak bebas. Manusia juga mendapat anugerah proses, yaitu senang belajar dan senang bertanya. Ketika berbagai anugerah ini dipadukan maka manusia mampu membangun peradaban dalam bentuk kehidupan sosial bermasyarakat, berbisnis, pendidikan, seni, dan teknologi. Di sisi dalam, manusia juga mampu menyempurnakan pemahamannya tentang kemanusiaan, makna kehidupan, arti suatu pengorbanan, dan bakti kepahlawanan.
Sayangnya anugerah ini sering tertimbun oleh kesibukan sehari-hari. Kecerdasan SEPIA adalah suatu upaya untuk menerbitkan kembali semua potensi dalam diri kita untuk meraih bahagia dan sukses.
Aspiration Intelligence
Awalnya adalah karunia kesadaran diri. Manusia mampu menyadari keberadaan dirinya di dunia ini. Dengan kesadaran diri inilah manusia dapat mendeteksi kebutuhan-kebutuhannya dan keinginan-keinginannya. Manusia butuh makan, ingin hidup enak, ingin menikmati alam, ingin mencipta, ingin meraih sesuatu, ingin memiliki makna hidup. Kesadaran diri akhirnya menggerakkan karunia kecerdasan pertama, yaitu kemampuan manusia untuk bermimpi, membuat tujuan, dan cita-cita. Manusia mampu beraspirasi. Inilah kecerdasan aspirasi (Aspiration Intelligence), kecerdasan membuat cita-cita.
Penelitian perbandingan antara para orang sukses terhadap orang-orang biasa menunjukkan bahwa kecerdasan aspirasi ini menjadi salah satu perbedaan yang sangat menonjol. Kebanyakan orang tidak berani berpikir dan bermimpi besar. Itulah mengapa kebanyakan orang tidak mencapai prestasi yang besar, karena… memang tidak pernah memimpikan prestasi yang besar!
Penelitian terhadap orang-orang yang bahagia pun menunjukkan bahwa mereka secara sadar mempunyai keinginan untuk menjadi bahagia, dan berusaha meraihnya. Jadi mereka menjadikan bahagia sebagai salah satu tujuan dalam hidupnya.
Dalam perjalanan meraih cita-cita manusia kemudian sadar bahwa meraih cita-cita atau sukses sangat berbeda dengan bahagia.
Spiritual Intelligence
Ternyata setelah disadari oleh manusia, bahagia sebagai sebuah perasaansubyektif lebih banyak ditentukan dengan rasa bermakna. Rasa bermakna bagi manusia lain, bagi alam, dan terutama bagi kekuatan besar yang disadari manusia : Tuhan. Manusia mencari makna, inilah penjelasan mengapa dalam dalam keadaan pedih dan sengsara sebagian manusia masih tetap dapat tersenyum. Karena bahagia tercipta dari rasa bermakna, dan ini tidak identik dengan mencapai cita-cita.
Kesadaran tentang penyebab rasa bahagia ini menggerakkan karunia kecerdasan kedua, kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence). Ini adalah kecerdasan manusia dalam memberi makna. Manusia yang memiliki taraf kecerdasan spiritual tinggi mampu menjadi lebih bahagia dan menjalani hidup dibandigkan mereka yang taraf kecerdasan spiritualnya rendah. Dalam kondisi yang sangat buruk dan tidak diharapkan, kecerdasan spiritual mampu menuntun manusia untuk menemukan makna.
Kecerdasan spiritual bukanlah agama (religi). Terlepas dari agama, manusia dapat memberi makna melalui berbagai macam keyakinan. Ada yang merasa hidupnya bermakna dengan menyelamatkan anjing laut. Ada yang merasa bermakna dengan membuat lukisan indah. Bahkan ada yang merasa mendapatkan makna hidup dengan menempuh bahaya bersusah payah mendaki puncak tertinggi Everest di pegunungan Himalaya.
Karena manusia dapat merasa memiliki makna dari berbagai hal, agama (religi) mengarahkan manusia untuk mencari makna dengan pandangan yang lebih jauh. Bermakna di hadapan Tuhan. Inilah makna sejati yang diarahkan oleh agama, karena sumber makna selain Tuhan tidaklah kekal.
Ada kesan yang salah bahwa para orang sukses bukanlah orang yang relijius. Hal ini disebabkan pemberitaan tentang para koruptor, penipu, konglomerat rakus, yang memiliki kekayaan dengan jalan tidak halal. Karena orang-orang jahat ini 'tampak' kaya, maka sebagian publik mendapat gambaran bahwa orang kaya adalah orang jahat dan rakus, para penindas orang miskin. Sebenarnya sama saja, banyak orang miskin yang juga jahat dan rakus. Jahat dan rakus tidak ada hubungan dengan kaya atau miskin. Para orang sukses sejati, yang mendapatkan kekayaan dengan jalan halal, ternyata banyak yang sangat relijius. Mereka menyumbangkan hartanya di jalan amal. Mereka mendirikan rumah sakit, panti asuhan, riset kanker, dan berbagai yayasan amal. Dan kebanyakan dari mereka menghindari publikasi. Berbagai studi menunjukkan bahwa para orang sukses sejati menyumbangkan minimal 10 persen dari pendapatan kotor untuk kegiatan amal, bahkan saat dulu mereka masih miskin. Mereka menyadari bahwa kekayaan mereka hanyalah titipan dari Tuhan, 'silent partner' mereka.
Akhirnya melalui kecerdasan spiritual manusia mampu menciptakan makna untuk tujuan-tujuannya. Hasil dari kecerdasan aspirasi yang berupa cita-cita diberi makna oleh kecerdasan spiritual. Melalui kecerdasan spiritual pula manusia mampu tetap bahagia dalam perjalanan menuju teraihnya cita-cita. Kunci bahagia adalah Kecerdasan Spiritual.
Intellectual Intelligence
Didorong keinginan untuk meraih cita-cita manusia menggunakan kecerdasan ketiga, yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan proses mewujudkan, proses penciptaan. Inilah karunia kecerdasan intelektual (Intellectual Intelligence), yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan manusia untuk belajar dan menciptakan sesuatu.
Sebagian orang menyebutnya sebagai bakat. Memang setiap orang dikaruniai kelebihan berbeda-beda dalam kecerdasan intelektual ini. Yang kuat matematika seperti Einstein lebih mudah untuk memahami persoalan matematika, memecahkan persoalan, bahkan mendefinisikan problem matematika. Di lain sisi, seorang Michael Jordan adalah orang yang memiliki bakat di bidang olahraga basket. Dia dengan mudah menguasai suatu permainan basket (kemampuan belajar) dan bisa tampil di pertandingan dengan luar biasa (kemampuan penciptaan). Michael Jordan memiliki kecerdasan intelektual yang berbeda dengan Einstein. Para orang sukses dengan jelas terlihat sebagai pembelajar yang baik. Mereka belajar dan terus belajar. Karena mereka percaya bahwa Tuhan Maha Adil, maka mereka pun yakin bahwa bakat unik yang dikaruniakan kepada mereka akan mampu digunakan untuk meraih sukses.
Kalau memang benar bahwa manusia diberi potensi sama untuk meraih sukses, mengapa sebagian orang berhasil mewujudkan cita-citanya sementara sebagian lainnya tidak? Ternyata dalam proses mewujudkan cita-cita tersebut kemampuan penciptaan perlu memperhatikan faktor lain selain bakat : emosi.
Emotional Intelligence
Studi menunjukkan bahwa peran emosi dalam meraih tujuan ternyata jauh lebih besar dibandingkan dengan bakat. Akhirnya disadari ada hal lainnya, kecerdasan emosi (Emotional Intelligence), yaitu kemampuan manusia untuk mendeteksi dan mengelola emosi baik di dalam dirinya maupun di dalam diri orang lain.
Studi terhadap para orang sukses menunjukkan ciri yang sama : kontrol diri kuat. Mereka mengenali emosi diri dan sanggup mengendalikannya. Mereka melawan emosi takut, cemas, terburu-buru, berfoya-foya, rendah diri, untuk akhirnya menang menjadi pribadi yang berani, ulet, sabar, sederhana, dan berjiwa merdeka. Mereka mampu pula mengenali emosi orang lain, sehingga dapat membawakan diri dengan baik terhadap orang lain, mampu bekerjasama, dan peka untuk saling menolong.
Power Intelligence
Dan akhirnya manusia menyadari adanya kecerdasan kelima yaitu kecerdasan kekuatan (Power Intelligence). Ini adalah kecerdasan manusia dalam mengenali dan mengelola kekuatan baik dalam dirinya maupun di luar dirinya.
Kecerdasan kekuatan ini menentukan seberapa efektif dan efisien seseorang dalam usaha mencapai tujuannya. Secara intuitif manusia tahu bahwa dengan menggunakan alat bantu dia dapat bekerja lebih efisien. Manusia memanfaatkan pecahan batu untuk dijadikan pisau. Dengannya manusia bisa berburu lebih efisien dan efektif. Manusia juga mengetahui bahwa bekerja sama dengan manusia lain dapat membuat pekerjaan lebih mudah. Manusia menggabungkan kekuatan bakat, menyusun strategi, bekerja sama, membuat alat, bahkan bermimpi (membuat tujuan) bersama. Semua ini adalah tanda bahwa manusia dikaruniai kecerdasan dalam mengelola berbagai kekuatan.
Sebagian orang lebih cerdas kekuatan dibandingkan sebagian yang lain. Hal ini menjelaskan fenomena mengapa sebagian orang lebih cepat meraih sukses dibandingkan sebagian yang lain. Mereka yang cerdas kekuatan tidak sekedar mengandalkan kekuatan dirinya namun dengan cerdas mengelola pula kekuatan di luar dirinya. Kekuatan alam, kekuatan manusia, kekuatan binatang, dan juga instrumen-instrumen abstrak yang diciptakan manusia melalui kesepakatan seperti uang dan hukum. Kekuatan-kekuatan inilah yang dengan cerdas dikelola oleh para orang sukses untuk mencapai tujuan-tujuan mereka.
Karakter dan Kompetensi
Kelima kecerdasan SEPIA menggambarkan dua hal penting dalam diri manusia, yaitu karakter (Character) dan kemampuan / kompetensi (Competence).
Karakter adalah hal-hal yang berhubungan dengan sikap manusia. Di masa dahulu, karakter dianggap sebagai ukuran terpenting manusia. Karena itu dalam cerita-cerita jaman dahulu ditekankan tentang sikap ksatria, kejujuran, keuletan, kesabaran, dan semacamnya. Sedikit berbeda di awal abad-20, yaitu di jaman industri, kemampuan (kompetensi) menjadi ukuran penting. Kompetensi, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan, menjadi penting karena industrialisasi menuntut kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi. Karena pada saat itu manusia mampu menciptakan sistem-sistem yang jauh lebih baik (mesin, sistem upah, sistem hukuman, dsb) maka karakter menjadi bidang yang agak terabaikan. Pada masa ini ukuran keberhasilan manusia diyakini dapat dilihat dari level IQ (Intelligence Quotient) yang lebih menggambarkan potensi kompetensi manusia.
Pandangan terhadap manusia kembali seimbang di akhir abad-20 dengan banyaknya temuan penelitian tentang peran karakter bagi sukses seseorang. Di akhir abad-20 kembali ramai wacana EQ (Emotional Quotient), AQ (Adversity Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient). Yang belum banyak dibahas adalah adanya kecerdasan pengelolaan-kekuatan (Power Intelligence) dan kecerdasan aspirasi (Aspiration Intelligence) yang bersama dengan model SEPIA merupakan kontribusi inti dari buku ini.
Saat ini karakter dan kompetensi dipandang sama penting. Seseorang ketika melamar pekerjaan misalnya, akan diuji baik kompetensinya maupun karakternya. Mereka yang diyakini akan berhasil dalam pekerjaan biasanya memiliki kemampuan yang diperlukan (kompetensi) maupun karakter yang disyaratkan seperti jujur, tekun, sabar, hormat, dan sebagainya. Seorang yang mempunyai keahlian sangat tinggi namun diragukan karakternya dapat menjadi berbahaya. Dia mungkin pintar, tapi bisa saja tidak bertanggungjawab, korupsi, menipu, membuat suasana kerja tidak nyaman, dan sebagainya. Sebaliknya, seseorang yang hanya memiliki karakter namun tanpa kompetensi juga tidak berguna, karena tidak dapat menciptakan nilai. Boleh saja dia jujur, tekun, hormat, tapi bila tidak memiliki pendidikan dan keahlian yang diperlukan akan menyebabkan banyak kesalahan, tidak efisien, tidak efektif, dan bahkan dapat membahayakan karena kesalahan kerja. Menggunakan orang dengan karakter baik tapi tanpa kompetensi sama berbahayanya dengan orang kompeten yang tidak berkarakter.
Karakter dan kompetensi ibarat malam dan siang, ibarat yin dan yang. Keduanya perlu ada bersamaan, saling mempengaruhi, dan seimbang. Tanpa salah satunya manusia menjadi pincang. Konsep kecerdasan SEPIA merupakan paradigma (cara pandang) baru pengembangan karakter-kompetensi, yang selaras dengan konsep psikologi Teori Kelompok Faktor (Group Factors Theory). Paradigma SEPIA ini memberi perubahan besar dan mendasar dalam memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan kecerdasan manusia. Hasil akhirnya adalah perubahan dalam sistem pendidikan, sistem rekrutmen, sistem evaluasi, dan cara bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika anda menginginkan perubahan kecil, garaplah perilaku Anda. Jika anda menginginkan perubahan besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda."
Perubahan kecil cara pandang Anda, akan membuat perubahan besar cara hidup Anda.
Setelah menelaah isi artikel ini Anda akan dapat memahami fenomena
- mengapa orang pintar belum tentu cerdik
- mengapa orang sekolah belum tentu sukses
- mengapa orang sukses belum tentu bahagia
- mengapa kebanyakan orang berprestasi biasa saja
- mengapa menjadi baik dan kerja keras saja tidak cukup
- ...
- dan segudang mengapa yang lain.
Orang Pintar Susah Jadi Orang Kaya Dan Sukses
Kebanyakan orang yang sukses dan kaya bukanlah dari kalangan terpelajar atau dengan kata lain tidak menempuh pendidikan wajib. Hal ini berdasarkan fakta yang ada. Tapi, bukan berarti kaum terpelajar dan akademisi tidak bisa sukses dan kaya. Cuman ada sesuatu hal yang menjadi penghambat bagi mereka yang bisa dianggap pintar untuk bisa sukses dan kaya.
Apa yang akan saya paparkan merupakan hasil survey saya dari beberap buku yang saya baca, seminar yang saya ikuti, dan fakta yang saya dapatkan secara langsung tanpa perantara. Salah seorang Bupati di Sulawesi Selatan bernama Rusdi Messe menjabat sebagai Bupati Sidrap Temuda di Indonesia. Mengawali karirnya hanya sebagai anak buah di sebuah perusahaan milik orang Cina tapi sekarang menjadi Bupati kaya berkat kegigihannya. Seluruh supply motor di Indonesia Timur menjadi tanggungannya jauh hari sebelum terangkat menjadi Bupati.
Anda kenal dengan mantan direktur Citi Bank Asia yang mengawali karir sebagai penjual rokok yang hanya tidur di trotoar jalan? Atau mungkin kenal dengan Bob Sadino yang dulunya hanya seorang pedagang dengan gerobak jualan? Atau bahkan Andrea Hirata yang dengan Filmnya yang sangat fenomenal Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang mengawali semua kesuksesannya dengan mimpi, menjadi buruh, menjadi nelayan, menjadi tukang pos, hingga sampai saat ini menjadi seorang penulis fenomenal di Indonesia. Atau mungkin anda kenal dengan saya? Seorang anak yang berjuang hidup di tanah rantau jauh dari rumah hanya untuk mewujudkan cita – cita bisa sukses ha ha ha.
Mengapa orang pintar susah untuk sukses dan kaya? Jawabannya karena mereka terlalu banyak perhitungan, takut mengambil resiko, malu untuk bertindak, tidak mau berkorban, dan tidak yakin apayang dia kerjakan berhasil. Malah orang yang dengan otak pas - pasan bisa dengan mudah meraih kesuksesan. Mengapa demikian? Saya ambil contoh satu yah, nah Djarum Black mengadakan lomba Black Innovation Award diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai ide inovasi terbaru. Nah, orang yang otaknya cerdas dengan mudah akan mendapatkan banyak ide di kepalanya. Akan tetapi, Mereka selalu bertanya dalam diri mereka apakah ide saya ini bisa juara dan berguna? Sebaliknya, orang yang otaknya hanya pas – pasan hanya terpikir untuk membuat dulu dan ikut berpartisipasi, kalah menang tidak ada masalah yang penting ada usaha.
Contoh yang paling nyata adalah apa yang saya alami. Diantara 500 lebih mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2008, hanya ada 8 orang yang mengajukan untuk bisa mendapatkan BKM (Bantuan Khusus Mahasiswa), nilai saya standar tapi cukup memenuhi untuk persyaratan beasiswa. Malah yang nilainya bisa dikatakan di atas rata mulai dari 3.5 sampai 4 tak satupun yang mengajukan. Pertukaran pelajar ke Eropa hanya diikuti 5 orang pendaftar dari Teknik Informtaika seluruh angkatan, pertukaran pelajar ke Amerika hanya saya yang dari Teknik Informatika yang mengajukan permohonan. Hal yang menjadi pertanyaan besar, di mana eksistensi mereka? Apakah bangsa ini sudah menjadi bangsa pemalas yang hanya mengandalkan otak tanpa aplikasi?
Inilah Kunci Sukses Hidup yang Anda Cari
Kunci Sukses Hidup = Sukses itu Mudah
Dia-lah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di segala penjurunya & makanlah rezki-NYA, (yang tidak terbatas jumlahnya).~ Q ur'an Al-Mulk: 15 ~
Jurus dan Ilmu Sukses Total akan membantu Anda menikmati kesuksesan luar biasa di segala aspek kehidupan. Apapun yang menjadi impian Anda dalam hidup ini bisa menjadi kenyataan.
Siapapun Anda bisa Sukses sekarang juga! Karena kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Hari berlalu tanpa bisa Anda hentikan. Umur Anda pun terus bertambah, yang itu berarti masa hidup Anda di planet ini makin berkurang. Bukankah sudah saatnya Anda menikmati kesuksesan dalam kehidupan Anda, sekarang juga? Bukan nanti bila sudah renta?
Hidup ini indah dan diciptakan untuk kita nikmati. Bila mengetahui rahasia dan memiliki kuncinya, kehidupan sukses total bisa Anda nikmati. Siapapun Anda. Semua manusia diciptakan agar sukses di semua aspek kehidupannya, sampai saat mereka "kembali" nanti. Tidak ada orang yang ditakdirkan miskin atau menderita.
Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang ditentukan.
~ Qur'an: Al A'raf: 24 ~
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.
~ Qur'an: Al Hajj: 65 ~
Tetapi, apakah Anda juga menikmati hidup Anda?
Apakah Anda bisa dengan gembira mengatakan, "Ya, saya sekarang sudah sukses. Hidup ini indah luar biasa dan segalanya mudah bagi saya", atau "Saya memiliki kunci sukses hidup yang saya perlukan"?
- Bila Anda sakit, tahukah Anda cara agar bisa sembuh dan sehat kembali? (dan saya tidak membicarakan obat atau dokter di sini).
- Bila Anda berpenghasilan kecil, tahukah Anda cara meningkatkan penghasilan berlipat ganda? (dan saya tidak akan bicara tentang mencari pekerjaan/bisnis sampingan yang juga menguras tenaga).
- Bila Anda belum punya tempat tinggal, tahukah Anda bagaimana bisa memiliki rumah sendiri? (dan saya tidak bicara tentang menunggu warisan dari orang tua, lho...)
- Bila Anda terlahir miskin, bagaimana mengubah nasib Anda tersebut? (Dan bukan dengan mencari jodoh anak konglomerat :P ..).
- Bila uang Anda sedikit atau pas-pasan, diinvestasikan dalam bentuk apa agar mendapatkan hasil kembali yang luar biasa besarnya? (bukan dengan cara menjadi lintah darat kejam, lho. Bukan. Haram itu...).
- Anda adalah orang yang rajin, pekerja keras, ulet, jujur dan berkemauan tinggi. Anda juga berpendidikan dan berdisiplin tinggi. Tetapi kehidupan Anda tidak memuaskan dan Anda tidak tahu di mana salahnya.
Kata Pembaca
“Akhirnya saya ketemu sistem sukses yang menempatkan Tuhan pada posisi seharusnya, sebagai sumber segalanya. Sungguh indah, sistem sukses yang berlandaskan akidah dan iman pada Tuhan. Luar biasa, saya belum pernah bertemu sistem sukses seperti ini. ” --- Sita, Bandung.“Sistem Sukses Total menempatkan Law of Attraction pada konteksnya, menjelaskan-
nya dengan tuntas, memakai bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang sangat mudah dipahami. Terbuka mata saya bahwa sebenarnya Law of Attraction itu bersumber dan merupakan bagian dari ajaran agama saya.” --- Yusuf, Sby.
- Gaji kecil, atau pas-pasan saja, selalu kalah dengan kenaikan harga kebutuhan hidup.
- Terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan impian.
- Atau sebaliknya, terjebak dalam pengangguran berkepanjangan.
- Hidup penuh masalah atau konflik, baik dengan diri sendiri, teman, keluarga, tetangga atau dengan bahkan yang orang tidak dikenal.
- Banyak hal yang Anda inginkan rasanya seperti jauh dari jangkauan.
- Terlilit hutang di mana-mana, kartu kredit, cicilan rumah atau kendaraan, pinjaman bank dsb. yang menguras habis semua gaji Anda untuk membayarnya setiap bulan.
Apakah Anda merasa seperti terus menerus bekerja keras mengejar mimpi yang tak juga kunjung tergapai?
Atau singkatnya:
Bila menginginkan sesuatu, tahukah Anda kunci untuk mendapatkannya?
Serta bila mendapatkan masalah dalam bentuk apapun, tahukah Anda rahasia untuk mendapatkan pertolongan dan jalan keluarnya?
Inilah kunci sukses hidup yang kami ajarkan di website ini.
Serta bila mendapatkan masalah dalam bentuk apapun, tahukah Anda rahasia untuk mendapatkan pertolongan dan jalan keluarnya?
Inilah kunci sukses hidup yang kami ajarkan di website ini.
Definisi Sukses Total
Secara singkat, website ini mendefinisikan sukses total sebagai:"kemampuan menikmati hidup dengan selengkap-lengkapnya karena mengetahui CARA untuk mendapatkan, menjadi dan melakukan semua yang Anda inginkan,
sehingga bisa menjalani hidup yang penuh makna sesuai dengan tujuan hidup dan impian Anda"
sehingga bisa menjalani hidup yang penuh makna sesuai dengan tujuan hidup dan impian Anda"

Mobil Mewah
Menurut definisi ini pula, jelas tidak ada orang yang tidak menginginkan menjadi sukses total dalam kehidupannya.

Kesehatan Jasmani Rohani
Semua orang pasti menginginkannya.
Dan berita gembiranya, semua orang bisa.
“ Luar biasa! Sistem Sukses Total ini menggabungkan kekuatan semua sistem lain yang pernah saya pelajari: LOA, EFT, NLP, Afirmasi, Silva Method, Sedona. Semua sistem tersebut kadang berhasil, kadang tidak. Tapi Sistem Sukses Total selalu ampuh setiap saat. Tidak pernah meleset.
Belajar kunci sukses hidup yang sangat sederhana ini sama dengan mendatangi seminar sukses yang harganya jutaan rupiah. ” --- Pram, Serang.
Belajar kunci sukses hidup yang sangat sederhana ini sama dengan mendatangi seminar sukses yang harganya jutaan rupiah. ” --- Pram, Serang.
Ya, semua orang BISA SUKSES. Siapapun Anda. Tidak peduli berasal dari mana. Agama apa. Dari suku apa. Bagaimana masa kecilnya. Apa pekerjaannya. Sudah beranak lima atau masih jomblo. Lelaki, perempuan atau setengah-setengah :P. Umur 17 atau 71. Lulusan S3 atau tidak pernah makan sekolahan. Apakah statusnya besok mau makan siapa atau bakal dimakan siapa...he..he..he..
Semua faktor ini tidak akan mempengaruhi keberhasilan Anda, selama Anda memahami dan menerapkan kunci sukses hidup yang kami ajarkan, Anda bisa sukses. Dan bagi yang merasa sudah sukses, Anda bisa lebih sukses lagi.
Ilmu Sukses Hidup Gratis
Semua website yang menjanjikan kesuksesan di luar sana, ujung-ujungnya akan meminta Anda untuk membeli sesuatu lebih dahulu agar Anda bisa sukses. "Anda beli ini maka Anda akan sukses..." (katanya...).Website kami ini lain. Kami ajarkan cara untuk sukses lebih dahulu, tanpa bayar sepeserpun...
Kalau nantinya Anda memutuskan membeli produk kami atau memberikan sedikit donasi untuk membantu kelangsungan hidup website ini, Anda bisa, tetapi saya ingin melihat Anda sukses lebih dahulu agar bisa melakukan itu.
Kunci Sukses Hidup yg akan Anda pelajari:
- Apakah rahasia terbesar untuk mendapatkan kekayaan itu, serta kalau sudah mendapatkannya, bagaimana mempertahankannya?
- Apakah sebenarnya tugas hidup manusia itu? Apakah benar kita tidak boleh mengejar dan menginginkan kekayaan?
- Bagaimana memastikan agar kesialan atau nasib buruk menjauh dari kehidupan kita, dan sebaliknya, bagaimana menjadi orang yang selalu beruntung??
- Bagaimana mendapatkan semua yang kita inginkan? Badan yang sehat, harta melimpah, rumah megah, mobil mewah, karir wah, keluarga bahagia dan sebagainya.
- Bagaimana mengatasi masalah "besar pasak daripada tiang" sekali dan selamanya?
- Dari jutaan kata bahasa Indonesia, ada beberapa kata yang bila Anda pakai akan mematikan kesuksesan Anda. Apa sajakah itu?
- Ada paling tidak 3 hal yang selama ini salah kaprah diterapkan jutaan manusia secara terbalik, yang membuat kesuksesan hidup sulit menghampiri mereka. Apa saja itu? Jangan sampai Anda terjebak dalam kesalahan yang sama. Repotnya, kalau hidup Anda terasa tidak memuaskan juga hingga saat ini, mungkin Anda juga terjebak ketiga kesalahan sukses fatal ini.
- Apa saja Hukum Universal yang mempengaruhi semua aspek kehidupan kita dan bagaimana kita memanfaatkannya untuk mendapatkan kesuksesan hidup yang luar biasa?
- Bagaimana memastikan agar kesehatan, keharmonisan hidup, kebahagiaan, keseimbangan mental, cinta, kebijaksanaan, kemakmuran, hidup yang penuh makna dan sebagainya selalu berada dalam hidup Anda tanpa perlu dikejar-kejar.
- Jutaan orang di dunia sudah membaca atau menonton "the Secret" yang terbit beberapa tahun lalu, tetapi yang terjadi tidak lama sesudah itu justru bukan kondisi yang makin membaik di dunia. Krisis ekonomi, resesi, wabah flu babi, dan kemiskinan meraja lela di mana-mana. Apa yang salah? Apakah the Law of Attraction tidak bekerja? Atau adakah sesuatu yang "kita" (umat manusia) lewatkan sehingga dunia seperti ini keadaannya?
Jadi jangan tunda lagi. Hidup ini indah. Kekayaan Tuhan tersedia di mana-mana untuk kita nikmati. Tetapi, bila Anda tidak merasa mendapat bagian yang adil dari kekayaan Tuhan ini, maka telusuri situs Kunci Sukses Hidup kami.
Tiap halamannya dirancang untuk mengajarkan rahasia sukses setuntas dan segamblang mungkin. Kunci sukses hidup yang dijabarkan dengan bahasa sederhana disertai contoh dan ilustrasi yang mudah dicerna.
“ Ada ribuan situs tentang sukses dan the Law of Attraction, tetapi tidak ada yang mengajarkan cara menerapkan LOA sepraktis dan sesederhana ini. Sistem sukses total benar-benar unik. Dirancang pas untuk kita orang Indonesia. ” --- Hari, Jakarta.
Kunci sukses hidup yang kami ajarkan di sini sangat ampuh dan teruji efektif membantu jutaan manusia meningkatkan kesejahteraan hidup, kebahagiaan serta kepuasan hidup mereka. Sudah saatnya Anda bergabung dengan mereka yang sudah sukses total tersebut. Tahukah Anda, kunci sukses hidup yang kami ajarkan di website ini sebenarnya sudah sangat tua usianya? Jurus-jurus sukses tersebut didasarkan pada hukum-hukum Universal/Semesta (Universal Laws) yang diciptakan-Nya seiring penciptaan jagad raya ini. Dan semua hukum ini berlaku tetap dan mengikat semua, siapa saja. Tanpa kecuali.
Karenanya, mereka yang sukses seribu tahun lalu, menerapkan kunci sukses hidup yang sama dengan yang digunakan mereka yang sukses saat ini atau nanti, meskipun mereka mungkin tidak mengetahuinya.

Kelimpahan dalam Hidup
(image copyrighted by:
www.lawofattractionecards.com)
Padahal, prinsip dasar menikmati hidup sukses itu mudah, sederhana dan sangat ampuh, sehingga, tidak ada alasan untuk siapapun untuk tidak bisa sukses dalam hidup mereka.
Sudah saatnya mimpi Anda terwujud. Tidak peduli kondisi di luar sana sedang krisis, resesi atau apa. Kesuksesan Anda tidak perlu terpengaruh oleh hal-hal tersebut, karena Anda telah memiliki "Kunci Sukses Hidup" itu.
Semua manusia terlahir dengan telah dibekali semua yang mereka butuhkan untuk bisa menikmati hidup yang dikaruniakan-Nya ini.
Anda bisa sukses total. SuksesTotal.com ada untuk membantu Anda. (Anda menemukan website tentang kunci sukses hidup ini bukanlah suatu kebetulan. Tuhan telah menggariskannya.) Jadi, telusuri website "Kunci Sukses Hidup" kami ini, baca materi-materinya, pahami, dan yang terpenting TERAPKAN. Bila Anda terapkan dengan benar semua Kunci Sukses Hidup yang diajarkan website ini, maka kesuksesan Anda dijamin oleh hukum semesta (Universal Laws).
Silahkan mulai dengan kunci sukses hidup Anda yang pertama, yaitu mengetahui apa yang Anda cari. Apa definisi sukses itu?
Semua manusia sudah punya bekal hidup
Salam Sukses Selalu, akudankamusukses.com
Hukum Sukses : Hukum Tarik Menarik
Sudah tahukah anda bahwa dalam diri kita dan sekitar kita ada hukum tarik menarik yang selalu mempengaruhi kita?
Siapapun orang yang berusaha untuk mencapai cita-cita dan menaiki tangga kesuksesan, akan mendapatkan rintangan atau kekuatan yang menariknya untuk berhenti atau untuk kembali dari
usahanya untuk terus melangkah.
Perumpamaannya seperti orang yang sedang menaiki tangga atau tebing untuk mencapai sebuah puncak tertentu. Orang yang sedang menaiki tangga pada dasanya dia sedang melawan gaya gravitasi bumi atau gaya tarik bumi. Bila pemanjat terpeleset atau tangganya patah, maka gaya gravitasi bumi akan menarik dan mengembalikan usaha pemanjat, sehingga pemanjat tersebut akan jatuh atau terjun bebas kembali ke bumi.
Ketika orang terjatuh atau terbanting akan memunculkan beberapa kemungkinan, di antaranya menjadi patah semangat, trauma atau sebaliknya memunculkan semangat yang lebih besar untuk menaklukkan rintangan tersebut, terus melangkah, dan tidak peduli berada kali dia terjatuh.
Tipe orang terakhir ini adalah tipe orang yang akan mampu mencapai puncak sukses.
Sebagaimana dalam menaiki tangga kesuksesan, seorang pemanjat memerlukan persiapan dan evaluasi dari setiap kesalahan sehingga resiko yang diterimanya tidak fatal. Misalnya puncak yang akan dinaiki setinggi 100 m, maka perlu persiapan yang menyangkut dirinya dan alat-alat (media ) pendukungnya.
Kuat fisik dan berani saja tidak cukup, karena kalau tangganya patah anda akan tetap terbanting atau terjun bebas.
Tangga yang kuat saja juga tidak cukup, karena kalau anda tidak punya kekuatan atau seorang penakut, maka anda tidak akan pernah naik. Sekalipun anda memiliki banyak potensi, seperti tangga dan tali yang kokoh.
Hal-hal yang bisa menjadi penghambat diri anda untuk mencapai kesuksesan bisa berasal dari dalam diri
maupun dari luar diri anda. Dari dalam diri misalnya merasa tidak mampu, merasa tidak pandai, merasa terlalu tua, merasa terlalu muda dan lain-lain.
Sedangkan dari luar diri bisa terkait dengan adanya ketidaksetujuan atau hambatan dari orang-orang dekat kita seperti orang tua, saudara, teman dekat atau istri. Atau merasa tidak punya tempat usaha, modal uang
dan apapun yang menghambat anda untuk menaiki tangga kesuksesan anda.
Hanya diperlukan keberanian, keuletan, ketekunan dan kesabaran agar mampu melewati rintangan (tantangan), serta mau belajar terus menerus dari setiap kesalahan, sehingga kalau anda tergelincir tidak membuat anda patah semangat atau mati. Tidak mundur ketika orang berteriak bahwa anda gagal, dan menghalangi anda untuk melangkah lagi.
Di dunia bisnis, tidak ada istilah bahwa anda akan benar-benar mati kalau mengalami kejatuhan atau kegagalan, karena yang terbunuh adalah mental anda, yang semula mungkin penuh semangat, namun tiba-tiba anda terjatuh dan mati semangat. Semangat dan impian yang mati itulah musuhnya.
Itulah kerja hukum tarik menarik, yang akan selalu menarik anda agar tidak semakin melangkah jauh dan tinggi, dan menakut-nakuti anda akan resiko jatuh dan terbanting.
Tetapi berlaku juga hukum tarik menarik yang sebaliknya, di mana kalau anda sanggup melawan daya tarik tersebut, kemudian mencapai sebuah tangga atau puncak keberhasilan, maka akan semakin mudah untuk mencapai puncak-puncak keberhasilan lainnya yang lebih tinggi.
Kekuatan anda yang tersimpan untuk mampu melawan daya tarik itu disebut sebagai potensi (energi yang tersimpan). Anda tidak akan pernah tahu seberapa besar kekuatan energi yang tersimpan dalam diri anda kalau anda tidak mau mencoba terus menerus.
Seperti ketika pertama kali ide pembuatan pesawat terbang mulai direalisasikan, banyak orang yang mencibir dan sinis, bahwa ide itu pasti gagal, karena menganggap bahwa melawan grafitasi bumi adalah hal yang mustahil.
Bahkan pada titik batas tertentu, banyak orang sukses yang tidak menyangka bahwa mereka memiliki kekuatan itu, dan mencapai puncak kesuksesan lebih tinggi dari yang pernah dibayangkannya.
Siapapun dari kita mampu mengeluarkan potensi (kekuatan/energi yang tersimpan), kalau mau terus berusaha dan mau belajar dari setiap kegagalan.
Siapapun orang yang berusaha untuk mencapai cita-cita dan menaiki tangga kesuksesan, akan mendapatkan rintangan atau kekuatan yang menariknya untuk berhenti atau untuk kembali dari
usahanya untuk terus melangkah.
Perumpamaannya seperti orang yang sedang menaiki tangga atau tebing untuk mencapai sebuah puncak tertentu. Orang yang sedang menaiki tangga pada dasanya dia sedang melawan gaya gravitasi bumi atau gaya tarik bumi. Bila pemanjat terpeleset atau tangganya patah, maka gaya gravitasi bumi akan menarik dan mengembalikan usaha pemanjat, sehingga pemanjat tersebut akan jatuh atau terjun bebas kembali ke bumi.
Ketika orang terjatuh atau terbanting akan memunculkan beberapa kemungkinan, di antaranya menjadi patah semangat, trauma atau sebaliknya memunculkan semangat yang lebih besar untuk menaklukkan rintangan tersebut, terus melangkah, dan tidak peduli berada kali dia terjatuh.
Tipe orang terakhir ini adalah tipe orang yang akan mampu mencapai puncak sukses.
Sebagaimana dalam menaiki tangga kesuksesan, seorang pemanjat memerlukan persiapan dan evaluasi dari setiap kesalahan sehingga resiko yang diterimanya tidak fatal. Misalnya puncak yang akan dinaiki setinggi 100 m, maka perlu persiapan yang menyangkut dirinya dan alat-alat (media ) pendukungnya.
Kuat fisik dan berani saja tidak cukup, karena kalau tangganya patah anda akan tetap terbanting atau terjun bebas.
Tangga yang kuat saja juga tidak cukup, karena kalau anda tidak punya kekuatan atau seorang penakut, maka anda tidak akan pernah naik. Sekalipun anda memiliki banyak potensi, seperti tangga dan tali yang kokoh.
Hal-hal yang bisa menjadi penghambat diri anda untuk mencapai kesuksesan bisa berasal dari dalam diri
maupun dari luar diri anda. Dari dalam diri misalnya merasa tidak mampu, merasa tidak pandai, merasa terlalu tua, merasa terlalu muda dan lain-lain.
Sedangkan dari luar diri bisa terkait dengan adanya ketidaksetujuan atau hambatan dari orang-orang dekat kita seperti orang tua, saudara, teman dekat atau istri. Atau merasa tidak punya tempat usaha, modal uang
dan apapun yang menghambat anda untuk menaiki tangga kesuksesan anda.
Hanya diperlukan keberanian, keuletan, ketekunan dan kesabaran agar mampu melewati rintangan (tantangan), serta mau belajar terus menerus dari setiap kesalahan, sehingga kalau anda tergelincir tidak membuat anda patah semangat atau mati. Tidak mundur ketika orang berteriak bahwa anda gagal, dan menghalangi anda untuk melangkah lagi.
Di dunia bisnis, tidak ada istilah bahwa anda akan benar-benar mati kalau mengalami kejatuhan atau kegagalan, karena yang terbunuh adalah mental anda, yang semula mungkin penuh semangat, namun tiba-tiba anda terjatuh dan mati semangat. Semangat dan impian yang mati itulah musuhnya.
Itulah kerja hukum tarik menarik, yang akan selalu menarik anda agar tidak semakin melangkah jauh dan tinggi, dan menakut-nakuti anda akan resiko jatuh dan terbanting.
Tetapi berlaku juga hukum tarik menarik yang sebaliknya, di mana kalau anda sanggup melawan daya tarik tersebut, kemudian mencapai sebuah tangga atau puncak keberhasilan, maka akan semakin mudah untuk mencapai puncak-puncak keberhasilan lainnya yang lebih tinggi.
Kekuatan anda yang tersimpan untuk mampu melawan daya tarik itu disebut sebagai potensi (energi yang tersimpan). Anda tidak akan pernah tahu seberapa besar kekuatan energi yang tersimpan dalam diri anda kalau anda tidak mau mencoba terus menerus.
Seperti ketika pertama kali ide pembuatan pesawat terbang mulai direalisasikan, banyak orang yang mencibir dan sinis, bahwa ide itu pasti gagal, karena menganggap bahwa melawan grafitasi bumi adalah hal yang mustahil.
Bahkan pada titik batas tertentu, banyak orang sukses yang tidak menyangka bahwa mereka memiliki kekuatan itu, dan mencapai puncak kesuksesan lebih tinggi dari yang pernah dibayangkannya.
Siapapun dari kita mampu mengeluarkan potensi (kekuatan/energi yang tersimpan), kalau mau terus berusaha dan mau belajar dari setiap kegagalan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Filed Under : by Unknown
Kamis, 26 Juli 2012